Touring Nusantara – Kampung kerapu terletak di Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Lokasinya strategis di pinggir jalan pantura dengan jarak sekitar 12 kilometer dari pusat kota Situbondo dan dapat ditempuh dalam waktu 18 menit. Setiap hari tempat ini ramai oleh wisatawan yang penasaran dengan budidaya ikan kerapu dan lobster. Wisatawan bisa naik kapal boat untuk mengelilingi keramba ikan sambil menikmati panorama laut yang menenangkan. Selain itu pengunjung bisa snorkling atau menikmati rumah apung yang dilengkapi fasilitas edukasi seperti perpustakaan mini. Wisata kuliner juga hadir dengan sajian ikan bakar kerapu yang langsung diambil dari nelayan setempat. Tiket masuk cukup terjangkau yakni Rp 5.500 sudah termasuk asuransi dan biaya parkir sepeda motor hanya Rp 2.000. Kampung kerapu kini menjadi destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Awal Mula Kampung Kerapu Jadi Destinasi Wisata

Kampung kerapu awalnya merupakan laut yang kurang terkelola dan sebagian besar warga fokus pada budidaya ikan kerapu. Direktur BUMdes Desa Klatakan, Adi Muchtar, mengatakan mayoritas penduduk memang menekuni budidaya ikan kerapu untuk kebutuhan pasar lokal. Seiring waktu warga mulai memasarkan hasil budidaya ke berbagai daerah bahkan mengekspornya ke luar negeri. Pemerintah Kabupaten Situbondo pada 2018 melihat potensi ini dan memutuskan memperluas destinasi wisata bahari. Awalnya warga ragu karena khawatir aktivitas budidaya terganggu, namun setelah mendapat edukasi mengenai dampak positif terhadap ekonomi, mereka setuju. Pemerintah desa menjelaskan wisata ini mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan warga, dan memperkenalkan kuliner ikan bakar kerapu. Akhirnya warga dan pemerintah desa membuka kampung kerapu sebagai destinasi wisata pada Desember 2018 dan hingga kini terus mengelolanya.
Aktivitas Wisata di Kampung Kerapu
Kampung kerapu menawarkan berbagai aktivitas menarik bagi pengunjung dari segala usia. Wisatawan bisa melihat secara langsung proses budidaya ikan kerapu dan lobster dalam keramba apung. Selain itu mereka bisa naik kapal boat untuk mengelilingi kolam budidaya sambil menikmati pemandangan laut dan matahari terbenam. Beberapa rumah apung dijadikan fasilitas edukasi seperti perpustakaan yang bisa dikunjungi oleh pelajar saat studi banding. Wisata kuliner juga menjadi daya tarik utama di kampung kerapu dengan sajian ikan bakar kerapu yang segar dan lezat. Pengunjung dapat menikmati makanan sambil menyaksikan senja di pantai. Tiket masuk cukup terjangkau sehingga wisata ini ramah bagi semua kalangan. Kehadiran wisata ini mampu meningkatkan popularitas kampung kerapu di kalangan masyarakat luas dan menarik perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah.

Baca Juga: “Smartwatch T-Rex Ultra 2 Tetap Bisa Akses Map GPS Meski Offline“
Dampak Ekonomi untuk Warga Setempat

Kampung kerapu memberikan dampak positif terhadap ekonomi warga sekitar. Pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung bisa mencapai lima ribu orang. Budidaya ikan kerapu yang sebelumnya dijual mentah kini diolah menjadi kuliner bernilai tinggi seperti ikan bakar kerapu. Warga juga terlibat dalam pengelolaan wisata mulai dari menjaga loket, menjadi petugas kebersihan, hingga berjualan produk UMKM. Keberadaan wisata ini juga membantu pembudidaya ikan saat harga ikan anjlok karena pandemi Covid-19. Harga ikan kerapu yang sebelumnya bisa mencapai Rp 80.000 turun menjadi Rp 30.000 per kilogram, namun wisata tetap memberikan pendapatan tambahan melalui kuliner. Dengan begitu kampung kerapu tidak hanya memperkenalkan potensi kelautan tetapi juga meningkatkan taraf hidup masyarakat dan membuka peluang usaha baru.
Edukasi dan Pelestarian Budidaya Ikan
Kampung kerapu tidak hanya menjadi tempat wisata tetapi juga sarana edukasi tentang budidaya ikan kerapu dan kelautan. Pelajar dan wisatawan belajar tentang cara budidaya ikan, perawatan keramba apung, hingga pengelolaan hasil panen menjadi produk kuliner. Rumah apung yang dijadikan perpustakaan mini menjadi pusat pembelajaran mengenai potensi kelautan dan konservasi laut. Wisata ini membantu masyarakat memahami pentingnya menjaga ekosistem laut dan memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan. Pengunjung juga bisa langsung melihat proses budidaya sehingga pengalaman wisata lebih interaktif dan edukatif. Dengan kombinasi wisata alam dan edukasi, kampung kerapu mampu menarik pengunjung lebih banyak dan memperkuat kesadaran masyarakat akan pelestarian laut serta meningkatkan apresiasi terhadap industri perikanan lokal.
